Maulid adalah gambaran atau biografi seseorang, sedangkan maulid Rasul adalah kelahirannya Nabi Muhammad SAW,
Allah SWT berfirman : " Taatlah engkau kepada KU dan kepada Rasul ". Bagaimana kita mengenal Rasulnya Allah SWT
: maka, para ulama-ulama menggambarkan pandangan mereka dengan mengutip kebesaran Rasulullah SAW dengan
bentuk buku-buku mereka yang dinamai buku Maulid. Allah SWT berfirman : "Dan pada dirimu ya Muhammad contoh
tauladan yang besar ". Firman Allah tersebut menjadikan para ulama lebih kuat, mereka menginginkan apa-apa yang
dimaksudkan firman Allah SWT diatas dengan menjabarkan atau membahas biografi Rasulullah SAW. Maka mereka
mengutip dengan buku-buku maulid yang kita kenal dengan kutipan-kutipan mereka diantaranya : 1. Maulid Syariful
Anam 2. Maulid Ad-Diba'i 3. Maulid Al-A'zab 4. Maulid Barzanji 5. Maulid Simtudduror 6. Maulid Maulid mereka sama menjelaskan kepribadian Rasulullah SAW, karena Allah SWT berfirman : " Tidaklah Aku utus
engkau ya Muhammad, karena engkau rahmat semesta alam ". Apa yang disebut dengan Rahmat ? "Rahmat adalah
Kasih sayang Allah yang dalam firmannya Raufurrahim = Pemaaf atau penyayang, tanda ini jelas bahwa maulid adalah
pujian-pujian Allah SWT kepada Rasulullah yang sudah ada di dalam Al Qur'an yang lebih dijelaskan dalam buku Maulid,
karena Allah SWT berfirman : " Sesungguhnya Aku (Allah SWT) dan para malaikatku (Allah SWT) bershalawat kepada
Rasululah SAW, wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kepada Rasulullah SAW". Apa maksud Shalawat ?
"Shalawat adalah pujian ", Shalawat kepada Rasulullah berarti memuji Rasulullah. Allah SWT telah memuji Rasulullah
SAW, dalam firman diatas dan telah menyuruh kepada malaikat maupun manusia untuk memuji Rasulullah SAW.
Banyak pujian-pujian Allah SWT di dalam Al Qur'an menggambarkan kemuliaan Rasulullah, berarti memuji Rasulullah
adalah perintah Allah yang harus ditaati sampai kita didalam shalat pun membawa pujian kepada Rasulullah SAW
dengan bershalawat kepadanya, menandakan betapa cintanya Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Inti Maulid
adalah Manusia harus mencontoh manusia yang mulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Karena Nabi Muhammad SAW
bersabda : " Aku anak cucu Adam yang tak membanggakan diriku ". Jelas pujian tersebut bukan keinginan Rasulullah
SAW, tetapi keinginan Allah SWT untuk seluruh hambanya memuji Rasulullah SAW.Nabi bersabda : " Barang siapa yang
memujiku maka akan kulemparkan pasir ". lalu Allah SWT berfirman : " Wahai orang-orang yang beriman pujilah
Rasulullah SAW ". Kerendahan diri Rasulullah SAW telah terbukti diatas, bahwa pujian-pujian itu datangnya dari Allah
SWT bukan keinginan Rasulullah SAW, berarti memuji Rasulullah SAW mengikuti keinginan Allah SWT (Perintah) dan
siapa yang melanggar perintahnya berarti dia berpaling dari kebesaran Allah SWT, berarti pembacaan Maulid atau
Shalawat adalah perintah Allah SWT atas hambanya untuk memuji Rasulullah SAW. Yang Akhirnya Rasulullah SAW
bersabda : " Barang siapa yang bershalawat kepadaku maka Allah SWT akan menurunkan rahmat 10 kepadanya, dan
mengampuni 10 dosanya, dan mengangkat 10 derajatnya " (Riwayat Bukhari dan Muslim). Dan masih banyak lagi haditshadits
yang berkaitan dengan seseorang membaca Maulid atau bershalawat kepada Rasulullah SAW. Di zaman yang
modern ini banyak sebagian kelompok mengharamkan atau membid'ahkan Maulid dan Shalawat kepada Rasulullah
SAW, dikarenakan pemikiran mereka yang pendek tentang nabi Muhammad SAW dan pengetahuan mereka yang tidak
kuat didalam Al Qur'an, karena tidak ada didalam Al Qur'an ayat yang menerangkan haramnya membaca Maulid atau
Bid'ahnya membaca Shalawat, karena mereka dibekali ilmu-ilmu orang Yahudi dan Nasrani, karena ketidak
mampuannya menjatuhkan nama nabi Muhammad SAW, dari dulu sampai sekarang mereka mencari bagaimana cara
untuk merusak agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT berfirman : "Sesunguhnya orang-orang
Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah Ridho (kepada ajaran Nabi Muhammad SAW) sebelum umat itu mengikuti ajaran
Yahudi dan Nasrani " Dari rangkuman hasil diatas maka terbukti bahwa gerak gerik orang-orang Yahudi dan Nasrani
telah memasuki tubuh Islam untuk menghancurkan agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Karena Allah SWT
berfirman : "Agama yang diterima oleh Allah SWT adalah agama Islam". Maka kita akan mengenal islam dengan
mengenal biografi Rasulullah SAW dengan pembacaan Maulid bukan ajaran orang-orang Yahudi dan nasrani yang
menyangkal tentang biografi Nabi Muhammad SAW dalam rangkuman Maulid. Sumber : www.nurulmusthofa.org
http://ciganjur.com/amuda - Majlis Talim AMUDA SYAROF, JAKARTA SELATAN Powered by Mambo Generated:28 February, 2010, 16:59






0 komentar:
Posting Komentar